PEMUDA merupakan generasi penerus
sebuah bangsa, kader bangsa, kader masyarakat dan kader keluarga. Pemuda juga
berperan dalam perang kemerdekaan untuk merebut Kemerdekaan Indonesia 17
Agustus 1945. Adalah Bung Tomo, seorang pemuda bersama arek-arek Surabaya.
Pada 10 November 1945, di Kota
Surabaya, Bung Tomo telah memimpin perang pertama pasukan Indonesia dengan
pasukan asing, setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Merupakan
pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah revolusi Nasional
Indonesia, yang menjadi simbol nasional perlawanan Indonesia terhadap
kolonialisme.
“Kader IPPML harus selalu diidentikan dengan perubahan. Betapa
tidak, peran pemuda dalam membangun bangsa pada khusunya daerah, peran pemuda
dalam menegakkan keadilan, peran pemuda yang menolak kekuasaan”.
pemuda-pemuda IPPML yang tak kenal
waktu, yang selalu berjuang dengan penuh semangat, biarpun jiwa raga menjadi
taruhannya. Indonesia merdeka berkat pemuda-pemuda Indonesia yang berjuang,
seperti Ir Soekarno, Moh Hatta, Sutan Syahrir, Bung Tomo, dan lain-lain dengan
penuh semangat perjuangan.
Gerakan pemuda IPPML sebagai gerakan
civil society, yang akan terus menempatkan pemuda pada posisi pelatuk,
sekaligus pengawal perubahan. Semangat inilah semestinya terus terjaga dalam
setiap gerakan pemuda IPPML, tidak boleh luntur dalam diri setiap kader IPPML.
Pemuda IPPML jika didefinisikan
sebagai masyarakat (social human) yang memiliki kesadaran organik, dan
senantiasa bergerak dalam kerangka kelembagaan. Pada era desentralisasi ini,
semestinya pemuda dapat menginternalisasi kembali efektifitas gerakannya.
Sebagai jawaban atas peran apa yang semestinya diambil oleh pemuda dalam
mengisi pembangunan daerah, pemuda perlu mereposisi, dan mendefinisikan ulang
gerakannya.
Posisi pemuda IPPML yang sangat
strategis dalam pembangunan daerah, lebih jauh harus diturunkan dalam bentuk
lebih nyata. Seperti sifat, “primordialnya” (lahiriahnya) pemuda yang pada
puncak mobilitas gerakan paling tinggi, sangat berpeluang mengisi peran perekat
antar wilayah. Peran mengintegrasikan elemen masyarakat daerah dalam
pembangunan, juga menjadi pilihan yang seharusnya mampu dilakukan dengan baik.
Pola gerakan yang memadukan antara
mobilisasi kepentingan masyarakat ke dalam kebijakan pembangunan daerah
(pendampingan/pemberdayaan) politik masyarakat lokal, dan kontrol, sekaligus
peningkatan kapasitas aparat pemerintah daerah, tidak mustahil untuk menjadi
pilihan gerakan pemuda IPPML pada tingkat lokalitas.
Pemuda IPPML dan pembangunan daerah,
sejalan dengan semangat desentralisasi, dengan pelimpahan kekuasaan dan
wewenang yang lebih luas kepada pemerintah daerah, membuka kesempatan bagi setiap
masyarakat mengisi pembangunan daerah.
Pemuda sebagai elemen penting masyarakat dalam pembangunan daerah, sudah sepatutnya memaknai dan mewarnai setiap kebijakan pembangunan daerah. Disinilah pentingnya pemuda IPPML memposisikan diri dan mengambil peran-peran strategis dalam pembangunan daerah saat ini.
Dalam perjalanan teman - teman IPPML
dari berdirinya IPPML tahun 2016, pemuda IPPML dalam posisi sebagai pelopor
pembaharuan, pelatuk perubahan sekaligus pengawal perubahan. Semangat perubahan
yang menjiwai semangat desentralisasi, mestinya menemukan titik yang sama
dengan peran yang telah melekat dalam diri pemuda IPPML.
Menerjemahkan peran-peran strategis
yang memberi konstribusi bagi percepatan pembangunan daerah, menjadi pilihan
yang tidak boleh berlalu, tanpa pemaknaan dari pemuda. Praktik desentralisasi
yang sering kali tidak tepat diterjemahkan oleh pemerintah daerah, perlu terus
mendapat kontrol dari masyarakat. Maka, Pilihan sebagai oposisi (pengontrol
kebijakan) dalam setiap kebijakan pembangunan daerah, juga merupakan pilihan
strategis bagi pemuda IPPML.
Sepatutnya, pemuda IPPML tidak lagi
hanya dalam posisi berpangku tangan atau menunggu inisiasi dari pemerintah
daerah untuk bersama-sama berperan mengisi pembangunan daerah. Menginisiasi dan
mendorong konsep pembangunan daerah dalam era desentralisasi ini, sangat
terbuka bagi pemuda IPPML.
Pemuda IPPML yang mampu membaca
tanda-tanda zamannya, sekecamatan Bolano Lambunu telah berada pada pilihan
penguatan kelembagaan lokal, guna mendorong kesadaran semua elemen masyarakat
dan pemuda untuk terlibat aktif mendorong percepatan pembangunan daerah.
Kita sebagai pemuda IPPML harus
menyadari bahwa, harapan dan cita-cita kemerdekaan akan kedaulatan sepenuhnya
untuk rakyat, dengan semangat demokrasi oleh dan untuk rakyat, di era
desentralisasi ini, ada dipundak para pemuda. mari bangkit bersatu dan
berkomitmen “ SAATNYA PEMUDA IPPML MENJADI GARDA PERUBAHAN BAGI DAERAH ”.
Ditulis Oleh : Yahya P J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar