Selasa, 28 November 2017

Perbedaan Adalah Kekuatan

Kegiatan Pengkaderan PERKO IPPML Ankatan I

Kita harus akui bahwa negara indonesia adalah negara yang penuh dengan keragaman, bermacam – macam suku, ras, agama dan bahasa. Sehingga negara indonesia memiliki keunikan tersendiri bagi negara – negara yang ada di dunia ini. Hidup di negara indonesia begitu indah terasa, ketika kita mampu memahami kultur masyarakat di indonesia.

Dalam halnya tergabung dengan Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Lambunu Kecamtan Bolano Lambunu, kita dapat merasakan begitu indah hidup dan berproses bersama teman – teman yang masing – masing memiliki agama, suku dan bahasa daerah yang berbeda – beda. Saling mengisi dan mengajarkan kebudayaan masing – masing, sehingga semakin banyak pula pengetahuan kita tentang kebudayaan yang ada di indonesia khusunya di kecamtan bolano lambunu.

Rasa persaudaraan kita di IPPML begitu tersa indah, saling menghormati dan menghargai budaya masing – masing, tak ada saling menghujat satu sama lain, karena sesungguhnya kita satu, satu daerah dan pastinya satu negara indonesia. Kita juga diajarkan bagaimana cara untuk mempersatukan perbedaan yang ada diantar kita, dengan begitu banyak hal yang kita lakukan secara bersama – sama, sehinngga hal tersebut mampu mepererat persaudaraan dan tali silatu rahmi diantar kita.

Kekompakanpun terbentuk dengan sendirinya, saling tolong menolong dalam kesusahan, saling mengingatkan ketika diantara kita salah melangkah. Rasanya tak ada yang mampu membatasi kita dalam berhimpun, ketika kita mampu saling menerima perbedaan itu, seringkali kali diantara kita terjadi perbedaan pendapat saat mengambil/memutuskan sesuatu, namun semua itu masih bisa kita atasi dengan adanya musyawarah. Kita di IPPML sangat menjunjung tinggi asas persaudaraan, sehingga dalam penyelesaian masalah kita selalu memilih musyawarah, tidak hanya dalam menyelesaikan masalah, kitapun dalam mengambil keputusan dengan hasil musyawarah mufakat. Itu semua kita tanamkan dalam IPPML, agar kader – kader IPPML tidak saling mempertahankan egohnya, tapi lebih mempertimbangkan dan saling menerima pendapat dari orang lain.

Persaudaraan yang tercipta di IPPML adalah persaudaraan behineka tunggal ika, yang mana saling menghormati dan menghargai perbedaan, menjunjung dan menjaga keragaman yang ada. Kita sadari pentingnya persaudaraan itu terjaga, sehingga kita mampu menjaga keutuhan NKRI. Saat ini kita ketahui, banyak orang yang saling hujat menghujat, sehingga mudah saja terjadi perpecahan di negara ini, ketika itu kita tidak lagi mampu menjaga dan menumbuhkan kebudayaan saling menghargai dan menghormati satu sama lain, maka yakin dan percaya, perselisihan antar suku dan agama tidak akan pernah selesai.

Maka dengan itu, kita IPPML mengambil satu semboyan “ Perbedaan Adalah Kekuatan “. Yang mana semboyan tersebut, memiliki arti dan makna yang begitu dalam. Yang artinya, IPPML menjadikan perbedaan itu sebagai kekuatan untuk berbuat dan bergerak dalam menjalankan visi dan misi IPPML, karena kita meyakini bahwa ketika perbedaan itu mampu menyatu, maka pastikan akan menjadi kekuatan yang begitu dahsyat bagi IPPML untuk berbuat dan berkarya. Begitupun dengan negara indonesia, yang sebenarnya kita mampu bersaing dengan negara lain dengan menggunakan kekuatan tersebut.


“ Walaupun berat menerima perbedaan itu, namun perbedaan itulah yang membuat hidup kita lebih dewasa dan Hentikan saling menghujat, karena kita adalah satu, satu nusa, satu bangsa dan satu tanah air indonesia “

Ditulis Oleh : Yahya P J

Pemuda IPPML Dalam Membangun Daerah


PEMUDA merupakan generasi penerus sebuah bangsa, kader bangsa, kader masyarakat dan kader keluarga. Pemuda juga berperan dalam perang kemerdekaan untuk merebut  Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Adalah Bung Tomo, seorang pemuda bersama arek-arek Surabaya.

Pada 10 November 1945, di Kota Surabaya, Bung Tomo telah memimpin perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing, setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Merupakan pertempuran  terbesar dan terberat dalam sejarah revolusi Nasional Indonesia, yang menjadi simbol nasional perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.
“Kader IPPML harus selalu diidentikan dengan perubahan. Betapa tidak, peran pemuda dalam membangun bangsa pada khusunya daerah, peran pemuda dalam menegakkan keadilan, peran pemuda yang menolak kekuasaan”.

pemuda-pemuda IPPML yang tak kenal waktu, yang selalu berjuang dengan penuh semangat, biarpun jiwa raga menjadi taruhannya. Indonesia merdeka berkat pemuda-pemuda Indonesia yang berjuang, seperti Ir Soekarno, Moh Hatta, Sutan Syahrir, Bung Tomo, dan lain-lain dengan penuh semangat perjuangan.

Gerakan pemuda IPPML sebagai gerakan civil society, yang akan terus menempatkan pemuda pada posisi pelatuk, sekaligus pengawal perubahan. Semangat inilah semestinya terus terjaga dalam setiap gerakan pemuda IPPML, tidak boleh luntur dalam diri setiap kader IPPML.

Pemuda IPPML jika didefinisikan sebagai masyarakat (social human) yang memiliki kesadaran organik, dan senantiasa bergerak dalam kerangka kelembagaan. Pada era desentralisasi ini, semestinya pemuda dapat menginternalisasi kembali efektifitas gerakannya. Sebagai jawaban atas peran apa yang semestinya diambil oleh pemuda dalam mengisi pembangunan daerah, pemuda perlu mereposisi, dan mendefinisikan ulang gerakannya.

Posisi pemuda IPPML yang sangat strategis dalam pembangunan daerah, lebih jauh harus diturunkan dalam bentuk lebih nyata. Seperti sifat, “primordialnya” (lahiriahnya) pemuda yang pada puncak mobilitas gerakan paling tinggi, sangat berpeluang mengisi peran perekat antar wilayah. Peran mengintegrasikan elemen masyarakat daerah dalam pembangunan, juga menjadi pilihan yang seharusnya mampu dilakukan dengan baik.

Pola gerakan yang memadukan antara mobilisasi kepentingan masyarakat ke dalam kebijakan pembangunan daerah (pendampingan/pemberdayaan) politik masyarakat lokal, dan kontrol, sekaligus peningkatan kapasitas aparat pemerintah daerah, tidak mustahil untuk menjadi pilihan gerakan pemuda IPPML pada tingkat lokalitas.

Pemuda IPPML dan pembangunan daerah, sejalan dengan semangat desentralisasi, dengan pelimpahan kekuasaan dan wewenang yang lebih luas kepada pemerintah daerah, membuka kesempatan bagi setiap masyarakat mengisi pembangunan daerah.

Pemuda sebagai elemen penting masyarakat dalam pembangunan daerah, sudah sepatutnya memaknai dan mewarnai setiap kebijakan pembangunan daerah. Disinilah pentingnya pemuda IPPML memposisikan diri dan mengambil peran-peran strategis dalam pembangunan daerah saat ini.

Dalam perjalanan teman - teman IPPML dari berdirinya IPPML tahun 2016, pemuda IPPML dalam posisi sebagai pelopor pembaharuan, pelatuk perubahan sekaligus pengawal perubahan. Semangat perubahan yang menjiwai semangat desentralisasi, mestinya menemukan titik yang sama dengan peran yang telah melekat dalam diri pemuda IPPML.

Menerjemahkan peran-peran strategis yang memberi konstribusi bagi percepatan pembangunan daerah, menjadi pilihan yang tidak boleh berlalu, tanpa pemaknaan dari pemuda. Praktik desentralisasi yang sering kali tidak tepat diterjemahkan oleh pemerintah daerah, perlu terus mendapat kontrol dari masyarakat. Maka, Pilihan sebagai oposisi (pengontrol kebijakan) dalam setiap kebijakan pembangunan daerah, juga merupakan pilihan strategis bagi pemuda IPPML.

Sepatutnya, pemuda IPPML tidak lagi hanya dalam posisi berpangku tangan atau menunggu inisiasi dari pemerintah daerah untuk bersama-sama berperan mengisi pembangunan daerah. Menginisiasi dan mendorong konsep pembangunan daerah dalam era desentralisasi ini, sangat terbuka bagi pemuda IPPML.

Pemuda IPPML yang mampu membaca tanda-tanda zamannya, sekecamatan Bolano Lambunu telah berada pada pilihan penguatan kelembagaan lokal, guna mendorong kesadaran semua elemen masyarakat dan pemuda untuk terlibat aktif mendorong percepatan pembangunan daerah.


Kita sebagai pemuda IPPML harus menyadari bahwa, harapan dan cita-cita kemerdekaan akan kedaulatan sepenuhnya untuk rakyat, dengan semangat demokrasi oleh dan untuk rakyat, di era desentralisasi ini, ada dipundak para pemuda. mari bangkit bersatu dan berkomitmen “ SAATNYA PEMUDA IPPML MENJADI GARDA PERUBAHAN BAGI DAERAH ”.

Ditulis Oleh : Yahya P J

Kader IPPML Sebagai Garda Perubahan

Pengukuhan Pengurus Baru IPPML Kec. Bolano Lambunu
Hari ini kita berfikir dan selalu berkeinginan untuk melakukan perubahan pada diri kita sendiri, dengan berbagi macam cara dengan tujuan masing – masing. tentu tidak pernah lepas dengan kepentingan kita kepdepannya. Dalam organisasisi IPPML ini kita dituntut untuk menjadi  kader yang mampu membawa perubahan pada daerah. Tentu denagan tuntutan itu tidaklah muda untuk kita lakukan secepatnya, kita juga butuh yang namanya pembelajaran terlebih dahulu, maka dari itu kader IPPML harus mampu berproses sampai dengan selesai pada tahap terakhir pengkaderan, karena dari situlah kalian akan mendapatkan banyak pengetahuan dan banyak ilmu untuk melakukan perubahan pada daerah.

Cita – cita IPPML adalah menjadi organisasi kepemudaan yang besar dan mampu membawa perubahan bagi daerahnya. Untuk mewujudkan cita – cita tersebut, tentunya kita harus mampu mengkualitaskan para kader – kader IPPML, karena pendorong utamanya adalah kader –kader yang berkualitas, sehingga mampu melakukan trobosan – trobosan pada daerah ( memberikan apa yang dibutuhkan daerahnya ). Maka dari itu pentingnya kita membangun dan menumbuhkan kesadaran pada kader - kader IPPML, bahwasannya daerah sangat membutuhkan peran dari pemuda – pemudanya.

Bagaimana caranya menjadikan kader – kader IPPML sebagai garda terdepan untuk perubahan daerahnya ? dengan pertanyaan tersebut, tentu memberikan kita tantangan menjadi kader IPPML. Kita ketahui, garda adalah cara atau perbuatan nyata kita untuk berbuat sesuatu/perubahan pada satu daerah dan mengawal/mendukung perbuhan yang dilakukan oleh daerah tersebut. Pada dasarnya kita sebagai pemuda sangat menginginkan yang namanya perubahan, namun kader IPPML tidak hanya sekedar menginginkan saja, ia harus menjadi pelaku utama dalam perubahan tersebut.
Perubahan yang dimaksud adalah perbuatan nyata yang dilakukan oleh kader – kader IPPML, yang ikut terjun langsung dalam pengembangan daerah, dari segi Sosial, Ekonomi  dan Pendidikan. Perencanaan tidak cukup jika tidak dilakukan tindakan nyata, karena akan sia – sia sebuah rencana jika hanya menjadi sebuah angan/mimpi semata. Hari ini masyarakat kita tidak butuh lagi banyak teori, namun mereka sangat membutuhkan perbuatan yang langsung kita lakukan pada daerah, mereka sudah bosan dengan janji – janji politik yang diberikan oleh elit – elit politik. Maka dari itu, sangat dibutuhkan pergerakan dari kader – kader IPPML untuk mampu menjawab semua kegundahan yang ada dimasyarakat.
Tidak usaha kita memikirkan perubahan yang begitu besar, dalam hal kecil saja sudah bisa dikatakan perubahan, contohnya : Keder IPPML mampu merangkul semua pemuda/pemudi untuk berkarya dan berkreatifitas, sehingga aktivitas – aktivitas pemuda/i yang tidak berguna menjadi bernilai, misalnya dalam kerajinan tangan ataupun dalam bidang olahraga, karena kita ketahui bersama, daerah kita sangat berpotensi untuk sumberdaya alamnya, cuman dikarenakan keterbatasan ilmu untuk mengolahnya, sehingga sumber daya alam tersebut hanya terbuang sia – sia. Maka dari itulah kader IPPML dituntut harus mampu memberikan solusi terhadap masalah tersebut.

Kenapa harus kader IPPML yang melakukan perubahan terhadap daerah ? padahal banyak pemuda – pemuda lainnya !. saya berfikir kenapa harus kader IPPML, bukan pemuda – pemuda yang lain, karena saya percaya bahwa kader – kader IPPML sudah terlatih dan terdidik dengan baik, pembelajaran yang didapatkan dalam berproses di IPPML sudah sangat banyak, di IPPML para kader diajarkan bagaimana mampu berkonsep dan merancang suatu program/kegiatan yang nantinya mereka sendiri akan melaksanakannya. Mereka juga diajarkan bagaimana menghadapi masyarakat dan beradaptasi dengan masyarakat, agar mereka tau apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Dari pembelajaran dan pengalaman yang mereka dapatkan itulah yang akan mampu menumbuhkan rasa percaya diri mereka untuk melakukan sesuatu perubahan didaerah.

Jadi, tidak ada lagi keraguan bagi kalian kader – kader IPPML untuk melakukan perubahan, kalian harus sadari, bahwa hanya kalianlah yang sadar akan pentingnya kembali kedaerah dan melakukan pembenahan pada daerah. Tak ada lagi yang bisa kita harapkan selain kita yang sudah mengetahuinya, mengapa harus mengharpkan orang lain, ketika kita sudah mampu melakukannya. Keyakinan dan tekat kita sudah menjadi pondasi untuk berbuat, karena kita tidak lagi berfikir dari keterbatasan yang kita miliki, tetapi kita berfikir bagaimana kita sebagai kader IPPML harus mampu berkontribusi untuk daerah dan negara ini.


“ Tindakan tidak dinilai dari besar atau kecilnya, namun bermanfaatnya atau tidak”

Ditulis oleh : Yahya P J