Minggu, 28 Mei 2017

IPPML Tetapkan Konsep Pengkaderan Tahun 2017

Palu , 29/05/2017. Terjadi perdebatan antara beberapa pengurus mengenai konsep Pengkaderan Perdana IPPML tahun 2017 ini. Diantranya Ketua Umum ( Yahya Prianto ), Wakil Ketua Umum ( Sarifudin ), Ketua Panitia ( Moh. Faisal ), Koordinator DANUS ( Rifki Ulhisam ) dan Koordinator Kesekretariatan ( Sumar Moh. Nur ), dalam perdebatan tersebut Ketum IPPML, mencoba menawarkan konsep pengkaderan yang Simple dan tidak memakan waktu lama, tentunya juga tidak memakai biaya yang terlalu besar. Namun Ketua panitia pengkaderan juga mempunyai konsep yang berbeda dengan yang di tawarkan oleh Ketua Umum IPPML, Ketua panitia menawarkan sesuai dengan apa yang sudah di tetapkan pada program kerja sebelumnya.

Perdebadatanpun berjalan sekitar 3 jam lebih, Wakil ketua umum Sarifudin, Rifki Ulhisam dan Sumar mencoba mencari jalan tengahnya dan mencoba merasionalkan kedua pendapat yang berbeda, karena melihat perdebatan yang begitu mulai memanas antara ketua umum dan ketua panitia, mereka langsung mengambil jalan tengahnya, agar apa yang di inginkan oleh kedua pihak dapat terelisasikan dalam pengkaderan tersebut.

"malam ini kita berkumpul dan duduk disini, untuk mendiskusikan kedapannya pergerakan kader - kader IPPML, jadi saya sangat mengharapkan kepada teman - teman agar bisa menuangkan ide - ide yang yang berpotensi untuk pengkaderan perdana IPPML ini, karena kesepakatan kita malam ini akan menjadi acuan teman - teman pengusrus IPPML kedepannya untuk melakukan pengkaderan" ujar Yahya Prianto.

Pada akhirnya Konsep pengkaderan IPPML tahun 2017 yang di sepakati ada 3 tahap, sebagaiu berikut :
1. Penerimaan Calon Pengurus
    Penerimaan calon pengurus ini, teman yang akan menjadi calon pengurus IPPML, akan mendaptkan Tiga Materi, yaitu : (1). Sejara IPPML, (2). Nilai Dasar Perjuangan (NDP), (3). Loyalitas IPPML.

2. Diksar ( Evaluasi )
    Diksar ( Evalusi ), setelah teman - teman melalui tahap Penerimaan Calon Pengurus, teman- teman akan melanjutkan tahap Diksar ( Evaluasi ), ditahap ini akan diadaka Pos perpos untuk melakukan evaluasi meteri yang sudah di dapatkan di tahap 1, pos diantaranya : (1) Pos Sejarah IPPML, (2). Pos NDP, (3). Pos Loyalitas,(4). Pos Mars IPPML.
Setelah melewati Pos perpos, teman - teman akan dikukuhkan dengan di rangkaikan pemasangan Skraf dan akhir dari Diksar ( Evaluasi ) akan ada Muhasabah ( Renungan ).

3. Latihan Dasar Kepemimpinan ( LDK )
    Di LDK ini teman - teman akan mendapakat materi - materi tentang oarganisasi IPPML dan kepemimpinan di IPPML. Tentunya tahapan akhir ini lah fainal dari pengkaderan di IPPML. diLDK ini teman akan mendapatkan 6 materi, yaitu : (10). Kepemimpinan, (2). Manajemen dan Organisasi, (3). Administrasi, (4). Problematika Organisasi, (5). Persidangan, (6). Pola Komunikasi.


Terlepas dari perdebatan Konsep pengkaderan yang telah di sepakati oleh teman - teman pengurus yang hadir pada malam itu, kemudian teman - teman melanjutkan diskusinya mengenai mekanisme pada saat di lapangan nanti.




Penerbit Uang Elektronik Kembangkan Model Bisnis Baru

JAKARTA – Bank penerbit uang elektronik mempertimbangkan model bisnis baru uang elektronik agar lebih menarik bagi penerbit.

Direktur Digital Banking dan Teknologi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Rico Usthavia Frans mengatakan bank-bank penerbit uang elektronik yang tergabung dalam Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) telah berdiskusi dengan Bank Indonesia mengenai konsep pembagian investasi terkait dengan infrastruktur alias infrastructure sharing.

Dengan konsep ini, bank penerbit dapat membagi biaya investasi pengadaan infrastruktur dengan bank lainnya sehingga dapat menekan biaya. Bank pemilik infrastruktur yang sudah ada dapat membagi biaya pemeliharaan dengan bank lain yang memanfaatkan infrastruktur yang dimilikinya. Demikian pula, bank dapat memangkas biaya investasi karena saling berbagi dengan bank lain.

“Sehingga bank-bank issuer uang elektronik bisa pakai infrastruktur yang sudah ada,” tuturnya, Minggu (28/5/2017).

Bank Mandiri membidik pertumbuhan nilai transaksi dan jumlah kartu uang elektronik sebesar 30% dibandingkan tahun lalu.

Adapun, volume transaksi uang elektronik di emiten perbankan berkode saham BMRI itu pada akhir 2016 tercatat sebanyak 400 juta transaksi. Sementara itu, jumlah kartu uang elektronik pada periode yang sama adalah sebanyak 9 juta kartu.

E-Money, produk uang elektronik yang dilincurkan Bank Mandiri pada 2009 lalu mencatatkan nilai transaksi senilai Rp300 miliar per bulan per Desember 2016, dengan jumlah transaksi sebanyak 30 juta kali.
Kenaikan volume maupun jumlah transaksi E-money didorong kerja sama dengan proyek-proyek infrastruktur dan sektor transportasi seperti tol dan kereta api dengan pangsa pasar 65%. Uang elektronik terbitan Bank Mandiri juga dapat digunakan untuk bertransaksi di 949 merchant dengan jumlah outlet lebih dari 52.000 unit. 

Sepenggal Cerita Aksi 212 Akan Diadaptasi ke Film Fiksi

(Foto: Metrotvnews.com/Purba Wirastama)
Sepenggal cerita aksi massa 212 akan diadaptasi ke film fiksi layar lebar dengan judul 212: The Power of Love.  Berlatar aksi massa yang digelar di Jakarta pada Jumat 2 Desember 2016 oleh Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), kisah film akan mengikuti perjalanan relasi seorang anak dengan ayahnya yang merupakan peserta aksi.

Secara garis besar, narasi film mengikuti tokoh jurnalis muda yang awalnya meragukan rangkaian aksi sejumlah organisasi massa Islam. Namun kemudian mengalami perubahan sikap setelah menemani ayahnya yang mengikuti salah satu aksi tersebut.
"Aksi 212 sebenarnya hanya (sebagai) background saja. Cerita yang ingin disampaikan cerita cinta. Perjalanan seorang anak dan bapak yang akhirnya menjadi perjalanan penuh cinta, yang sangat bersejarah bagi mereka. Awalnya bermusuhan luar biasa," kata Jastis Arimba kepada Metrotvnews.com  dalam jumpa pers di Abuella Cafe, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa 23 Mei 2017.

Skenario ditulis oleh Jastis (doku Indonesia XXL) bersama Ali Eunoia (doku Rindu Sang Murabbi). Jastis juga menjadi produser sekaligus sutradara. Helvy Tiana Rosa dipercaya untuk supervisi naskah. Sementara, Ustaz Erick Yusuf menjadi produser konsultasi. Produksi dilakukan di bawah naungan Warna Pictures. Dana yang dianggarkan berkisar antara Rp1-5 miliar.

Fauzi Baadila (9 Naga, Lost In Papua) akan menjadi pemeran utama. Ustaz Erick juga turut menjadi pemeran pendukung, bersama Asma Nadia adik Helvy, Adhin Abdul Hakim, Hammas Syahid, Meyda Sefira, dan Cholidil Assadil Alam.

"Saya lebih dari tertarik, sangat tertarik, bergabung di produksi ini. Peran (saya) sebagai Rahmat. Saya mungkin mewakili umat Muslim yang kadang masih abu-abu. Ada kalanya kita harus berprinsip, bersikap, kalau ada suatu keadaan-keadaan tertentu," kata Fauzi.

Tokoh Rahmat adalah jurnalis yang meyakini bahwa serangkaian aksi massa terkait polemik rekaman pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama di kepulauan Seribu, hanyalah aksi yang ditunggangi oleh gerakan politik semata demi perebutan kekuasaan. Sementara, ayahnya yakin bahwa aksi tersebut merupakan wujud kecintaan dan pembelaan terhadap agama Islam. Ayah Rahmat adalah pemuka agama di kampung halaman yang dikenal keras dan konservatif.

"Rahmat itu sosok karakter fiktif yang saya buat, yang latar belakangnya ada dalam kisah-kisah personal yang saya temukan di 212," ujar Jastis.

Setelah ibunya meninggal, Rahmat harus pulang ke kampung. Dia bersitegang dengan ayahnya yang memaksa diri ingin ikut aksi lanjutan pada 2 Desember 2016. Ayah Rahmat bahkan menggerakkan massa untuk pergi ke Jakarta.

"Pada akhirnya, Rahmat mau tidak mau terjebak dalam situasi, sebagai anak, dia harus menjaga bapaknya. Sebagai anak satu-satunya, lihat bapaknya udah tua, sebenci-benci anak terhadap orangtua, dia memutuskan untuk menemani (ayahnya melakukan aksi di Jakarta)," kata Jastis.

Menurut Jastis, titik fokus narasi memang hanya pada aksi 212 sebagai aksi damai. Pengambilan gambar tidak dilakukan menyeluruh. Sebagian akan memakai footage tayangan yang sudah ada, terutama jutaan massa dalam aksi 212 dan konteks penggerak tindakan ayah Rahmat. Sosok Basuki juga dimunculkan dalam narasi, tetapi hanya sekilas lewat footage pemberitaan.

"Pemicu itu digambarkan sebagai gambaran dari berita saja, montase, cuplikan-cuplikan berita. Gambaran bahwa ada salah satu orang yang akhirnya melakukan, akhirnya terdakwa, faktanya hari ini dihukum. Itu hanya digambarkan sebagai latar belakang yang sangat sederhana sekali," ujar Jastis.

Kendati rangkaian aksi massa berangka menuai berbagai pro kontra terutama soal wacana besarnya, Jastis menyanggah penilaian film 212: The Power of Love  sebagai suatu gerakan politik.

"Film ini bukan tentang gerakan politik, atau kisah cinta biasa, melainkan hubungan antar manusia dan cinta manusia dengan Tuhannya yang terangkai dalam momen 212," kata Jastis.

Proses produksi akan dimulai pada akhir Juni 2017 setelah hari raya Idul Fitri dan syuting dilakukan selama sekitar 20 hari. Film dijadwalkan tayang pada akhir tahun ini.

Sumber : METRO TV

(DEV)

Narkoba Asal China Banyak Diselundupkan ke Indonesia

Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tenggara memerlihatkan barang bukti sabu-sabu yang disita dari pemiliknya berinisial AN, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/3). - Antara/Jojon

Gerakan Nasional Anti Narkotika Sumatra Utara meminta kepada Badan Narkotika Nasional, agar dapat menekan hingga sekecil mungkin kegiatan penyelundupan narkoba asal China yang masuk ke Indonesia.
"Sebab selama ini, narkoba jenis sabu-sabu asal China banyak yang diseludupkan ke Tanah Air," kata Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Sumut, Hamdani Harahap, Minggu (28/5/2017).
Selain itu, menurut dia, sindikat narkotika asal China, juga banyak berada di Indonesia untuk menjalankan bisnis "haram" yang ilegal, dan dilarang oleh Pemerintah.

"Hal tersebut, dibuktikan karena banyaknya narkoba asal China yang diseludupkan ke Indonesia, dan berhasil disita petugas Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, serta Bea dan Cukai," ujar Hamdani.
Ia menyebutkan, kerja sama BNN dengan Komisi Nasional Pengendalian Narkotika China (National Narcotics Control Commission of China/NNCC) merupakan langkah yang sangat tepat.
Dengan adanya kerja sama antarkedua negara tersebut, BNN dapat lebih mudah memantau pergerakan narkoba dari Negeri "Tirai Bambu" yang diselundupkan ke Indonesia.

"Kemudian, BNN dapat mengetahui dengan jelas dari NNCC mengenai kelompok atau jaringan penyelundupan narkoba dari negara tersebut, yang selama ini menjadi pemasok obat-obat berbahaya itu ke Indonesis," ucapnya.

Hamdani menambahkan, BNN juga bisa mendata nama-nama mafia narkoba dari Tiongkok, dan perwakilan mereka yang berada di Asia Tenggara, maupun Indonesia.
Hal ini dilakukan dan bertujuan untuk memudahkan pencegahan masuknya barang terlarang tersebut ke Indonesia.

Narkoba yang sering masuk ke Indonesia, banyak berasal dari Tiongkok, sebelumnya dari Thailand, Malaysia dan beberapa negara lainnya.

"Kerja sama BNN-NNCC dapat lebih ditingkatkan dalam mengatasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di kedua negara tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) menerima kunjungan Komisi Nasional Pengendalian Narkotika (National Narcotics Control Commission of China/NNCC) terkait pemberantasan narkoba.
Delegasi NNCC dipimpin Lan Weihong, Deputy Secretary - General NNCC, yang diterima langsung oleh Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso yang akrab dipanggil Buwas di Jakarta, Rabu.
Lan Weihong memberikan apresiasi atas sambutan Kepala BNN atas kunjungan delegasi NNCC. Menurut dia, meskipun sangat singkat, banyak informasi yang didapatkan terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang dapat ditindaklanjuti penanganan dan pencegahannya.

Kemudian kedua belah pihak membahas permasalahan narkotika kedua negara, yaitu tentang pertukaran informasi intelijen serta penyelundupan narkotika yang diketahui bahwa sindikat narkotika Tiongkok banyak menyelundupkan narkotika jenis shabu.

Sumber : Antara

Sabtu, 27 Mei 2017

Bedanya Puasa di Kampung Halaman dengan di Perantauan


Ini Lho Bedanya Puasa di Kampung Halaman dengan di Perantauan

Ini Lho Bedanya Puasa di Kampung Halaman dengan di Perantauan


Semua orang pasti menginginkan untuk menjalani puasa di Bulan Ramadhan bersama dengan keluarga tercinta. Namun sayang, tidak semua dapat menghabiskan Bulan Ramadhan di kampung halaman. Bagi sebagian orang, terdapat keadaan yang memaksanya untuk menjalani Bulan Ramadhan jauh dari keluarga. Misalnya saja para mahasiswa yang sedang merantau. Saat inilah terkadang menjadi ujian tersendiri. Apalagi untuk mahasiswa semester awal yang belum lama menjalani hidup jauh dari orang tua.
Dalam keadaan seperti itu, terjadi gejolak hati yang luar biasa karena menghadapi kondisi yang sangat berbeda dengan Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya ketika masih bersama orang tua. IsiGood merangkum 6 perbedaan yang dirasakan oleh kami, para perantau yang menjalani ibadah jauh dari keluarga.
Saat di Rumah…

Sahur ada yang bangunin


Enaknya sahur bareng keluarga (abiummi.com)
Saat di rumah, ada orang tua yang selalu perhatian dengan kita. Kita akan dibangunkan ketika masuk waktu sahur. Beda dengan saat kita merantau. Kita harus bertanggungjawab atas diri sendiri. Bangun-bangun sendiri. Momen yang paling sedih adalah tatkala  kita terlambat bangun sahur dan tidak ada teman kos yang membangunkan. Saat itu kita akan merasa sangat ingin pulang dan berpuasa dengan orang tua.

Bangun sahur makanan sudah siap


Hidangan sahur yang disiapkan ibu (grosirfrutablend.com)
Hampir semua orang tua tidak tega membangunkan anaknya sebelum hidangan sahur siap dihidangkan. Oleh karena itu, saat kita dibangunkan, makanan biasanya sudah siap di meja dan tinggal menyantapnya. Beda dengan di perantauan. Siapa yang mau masakin. Kita harus bangkit dari kamar dan berusaha sendiri mencari hidangan sahur. Terkadang kita harus pergi keluar melawan udara dingin yang menusuk, untuk membeli sebungkus nasi. Kalau tidak begitu, mana bisa kita sahur?

Lebih semangat beribadah


Semangat shalat tarawih (cdn.tmpo.co)
Di rumah ada orang tua yang siap ngomelin kita jika kita malas-malasan untuk beribadah. Selain itu,  orang tua juga selalu mengingatkan kita untuk mengaji. Juga memarahi kita ketika malas shalat tarawih. Nah kalau di rantau, kita jadi seenaknya. Mau tarawih ataupun tidak tarawih, suka-suka kita. Mau tidak mengaji pun tidak ada yang ngomel. Ini bisa membuat kualitas ibadah kita jadi turun daripada saat masih bersama orang tua.

Suasananya mengingatkan kita pada masa kecil


Bertemu dengan teman sewaktu kecil (farm4.static.flickr.com)
Iya kan, kampung halaman itu menyimpan kenangan-kenangan masa lalu. Ada teman sepermainan waktu kecil. Ada masjid tempat kita belajar mengaji dulu. Ada lapangan bola tempat kita bermain sambil menunggu adzan Maghrib. Ada jalanan yang biasa kita telusuri setelah subuh. Ada alunan Tilawah ataupun Qasidah dari kaset yang selalu di putar di masjid dekat rumah setiap bulan puasa. Ada banyak hal lain yang hanya ada di kampung halaman dan tidak kita temukan lagi disini, tanah rantau. Aduh, kangennya!

Menu buka bervariasi dan lengkap


Ada kolak, es buah, gorengan dan lain sebagainya (static.republika.co.id)
Nah ini nih, yang paling terasa. Saat di rumah, ibu biasanya bertanya kepada kita tentang menu apa yang ingin kita makan untuk buka. Sehingga, saat buka puasa, semuanya lengkap tersedia di meja. Es buah, kolak, gorengan, juga sayur yang rasanya lidah kita banget. Sedangkan kalau di rantau, menu makanan buka puasa tidak variatif karena biasanya kita membeli makanan di warung langganan yang masakannya sudah tertebak. Gorengan dan es buah juga tidak selalu ada. Maklum, anak rantau identik dengan kehidupan yang prihatin.

Tarawih dengan orang-orang terdekat


Kehangatan tarawih bersama keluarga (a.okezone.com)
Kalau di kampung halaman, kita akan tarawih di masjid yang sudah sangat akrab dengan kita. Jamaahnya juga sudah kita kenal lama. Sehingga, kehangatan dan kedekatan lebih terasa. Tapi saat di perantauan, kita akan lebih banyak bertarawih dengan orang-orang baru. Walaupun tidak sama sekali mengurangi keutamaan ibadah, keadaan seperti ini terkadang membuat kita homesick parah!
Sahabat IsiGood, itulah rasanya jika kita menjalani hari-hari di Bulan Ramadhan jauh dari orang tua. Rasanya sepi, sedih dan berasa ada yang kurang. Adakalanya kita merasakan rindu tidak tertahan sehingga ingin berlari pulang.  Tapi apapun itu, kita harus selalu ingat bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Bulan yang hanya kita temui satu kali dalam setahun. Bulan yang belum tentu kita jumpai lagi di tahun-tahun berikutnya. Maka, yuk bersemangatlah dalam kondisi sulit ini !

Pengumuman SBMPTN 2017 mulai tanggal 13 Juni 2017 pukul 14.00 WIB

Pengumuman hasil seleksi SBMPTN dapat diakses melalui laman http://pengumuman.sbmptn.ac.id  dan laman mirror di beberapa PTN mulai tanggal 13 Juni 2017 pukul 14.00 WIB.
Teman - teman juga dapat melihat tata cara melihat pengumuman  pada web di bawa ini :
http://www.pendaftaranonline.web.id/2015/08/pengumuman-hasil-seleksi-sbmptn.html

Selasa, 23 Mei 2017

Penerimaan Pengurus Baru IPMML KEC. BOLAM


IPMML: KEC. BOLAM, akan mengadakan Penerimaan Pengurus Baru Periode 2017-2018 untuk wilayah kota Palu SUL-TENG. dengan mengangkat tema "Mengembangkan SDM Melalui Pengkaderan Untuk Mewujudkan kader IPPML KEC.BOLAM yang berkualitas dan berdaya saing”, dan bertujuan
  1. Menciptakan kader IPPML KEC. BOLAM yang berkualitas dan berdaya saing. 
  2. Membentuk pola pikir Pemuda Pelajar dan Mahasiswa yang akan menjadi potensi dasar untuk menjadi subjek perubahan. 
  3. Untuk melanjutkan roda kepengurusan IPPML KEC. BOLAM.
Penerimaan Pengurus Baru ini adalah salah satu kegiatan perdana pengkaderan IPPML KEC. BOLAM yang di laksanakan Devisi Pengembangan Organisasi Dan Kaderisasi (POK). Tentu ini menjadi harapan kami pengurus IPMML kepada teman - teman Kecamatan Bolano Lambunu agar kiranya dapat mengikuti kegiatan ini, demi terwujudnya visi & misi IPPML.                                                              
Untuk teman - teman yang ingin mengikuti kegiatan Penerimaan Pengurus Baru IPPML Kec. BOLAM 2017, dapat didownload pada situs di bawah ini

Senin, 01 Mei 2017

Dungkung Livita Ngkabo Untuk Duta Genre 2017 SUL-TENG

Livita Ngkabo adalah salah satu Putri daerah kecamtan Bolano Lambunu tepatnya tinggal di Desa Lambunu Induk, yang saat ini lagi melanjutkan pendidikannya di salah satau Universitas Agama di Kota Palu yaitu di IAIN. Livita Ngkabo yang bisa di panggil Livi, ia juga aktirf di berbagai organisasi Kampus maupun Organisasi Daerah. Livi sangat berperan aktif di Organisasi daerah yaitu Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Lambunu (IPPML) sebagai Devisi INFOKOM.

Kali ini livi mencoba hal baru yaitu dengan mengikuti Iven Duta Genre 2017 Provinsi Sulawesi Tengah Jalur Pendidikan. tujuan livi mencoba mengasah kemampuanya di iven tersebut, membuktikan, bahwa putri daerah lambunu juga mampu bersaing dengan Putra Putri daerah lainnya yang ada di SULTENG, tentu ini menjadi salasatu kebanggaan masyarakat lambunu jika nanti livi mampu mendaptakan juara pada iven tersebut, dan juga bisa menjadi acuan bagi teman - teman dari lambunu untuk kedepannya bisa seperti saudara livita Ngkabo.

Maka dari itu, tentunya saudari livi sangat mengharapkan dukungan dan doa dari Msyarakat dan Teman - teman Lambunu, agar apa yang menjadi harapannya di Iven tersebut bisa tercapai.

By. Yahya P