Jumat, 22 Mei 2020

Polemik yang Tidak Berkesudahan, Jembatan Rusak Siapa yang Bertanggungjawab?



Jembatan cabang 3, inilah sebutan akrab bagi masyarakat sekitar. Jembatan ini merupakan akses utama untuk menghubungkan antara Desa Lambunu Utara ke Desa Anutapura dan Kotanagaya. Kurang tau persis sejarah penamaan daripada Jembatan ini, Apa mungkin diapit oleh 3 desa atau memang ada sejarah lain yang mendorong sehingga kemudian dinamai Jembatan Cabang 3. (Tidak Bercabang)

Seiring berjalannya waktu perubahan pada fisik jembatanpun akan berdampak, apalagi ditambah dengan tiap tahun jumlah kendaraan bermotor akan selalu bertambah seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan pertambahan jumlah permintaan atas kendaraan bermotor baik yang roda dua ataupun roda empat.

Hal tersebut tentunya membuat kondisi Jembatan akan sangat tidak layak, apalagi ditambah dengan  kondisi daerah yang sudah mempunyai beragam transportasi maka kelayakan pada permintaan itu harus segara terpenuhi.

Lantas apa solusi untuk menjawab daripada persoalan ini?

Sementara, siapa yang bertanggungjawab ? Apakah sampai dengan hari ini telah ada bentuk pengupayaaan dalam peningkatan pelayanan bagi transportasi ?

Namun demikian, sampai dengan hari ini upaya dalam meningkatkan pelayanan terhadap transportasi masih belum terlihat.

Tentu hal ini masih menjadi PR, untuk mengupayakan keselamatan masyarakat dalam melakukan mobilitas.

Sebenarnya tak ada yang pasif dalam hal ini, sebab sejumlah pendapatpun telah disuarakan sebagai kritik. Akan tetapi, apabila cara pandang telah mengarah “Tak akan pernah berubah dan memilih begitu saja.” Maka sebenarnya hal ini adalah sesuatu yang mengerikan.

Sudah semestinya ada sosok yang harus mendorong hal ini pada tuan pengambil kebijakan, sebab disanalah substansi daripada polemik yang terjadi hari ini. 

Serta berharap kemudian dengan lahirnya sebuah Polemik yang tidak berkesudahan ini, akan menjadi sebuah pandangan khusus bagi yang berkewajiban agar segera untuk merealisasikan atas apa yang telah disampaikan padamasa itu.

Wandi Saputra

Senin, 12 Agustus 2019

Ketua Umum PB IPPML, Harap Pengurus Koordinasi Tetap Komitmen Dengan Visi Misi

Suasana pembukaan RTPK ke III Pengurus Koordinasi IPPML, Gedung SMA N Bolano Lambunu (12/8/9)

LAMBUNU - Ketua umum Pengurus Besar Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Lambunu (IPPML) mengharpkan agar kader - kader Pengurus Koordinasi IPPML tetap berkomitken dengan visi misi IPPML.

"Saya sangat berharap kader-kader IPPML harus Komitmen dalam memperjuangkan apa yg menjadi tujuan IPPML. Kita sudah memiliki wadah untuk Tempat kita Belajar dan berproses secara bersama-sama" Jelas Wandi Saputra selaku ketua PB IPPML saat membuka acara Rapat Tahunan Pengurus Koordinasi (RTPK) Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Lambunu (IPPML) Kecamatan Bolano Lambunu. Senin, ( 12/08/2019 )

RTPK ke III itu mengusung Tema " Mewujudkan kader IPPML yang disiplin dan berkompeten dalam menjalankan Roda Organisasi" Yang dilaksanakan di Gedung SMA N 1 Bolano Lambunu.

Kemudian kata wandi, RTPK tersebut Merupakan Permusyawaratan tertinggi yang wajib diselenggarakan  setiap tahunya oleh Pengurus Koordinasi IPPML.

Kegiatan tersebut juga dihadir oleh demisioner Pengurus Besar IPPML, ketua pengurus koordinasi Fandi Ruslan dan seliruh kader - kader IPPML.

Kemudian wandi menyampaikan apresiasinya untuk semua kader IPPML "Salut, kita semua masih diberikan kesempatan untuk membesarkan dan melanjutkan roda IPPML, masih tetap terus berjalan sebagaimana Visi yang sama-sama kita inginkan". Ungkapnya 

Lanjut wandi" kedepan, harapan saya tetaplah berpegang teguh pada tujuan IPPML, karena kita semua kader IPPML adalah insan terpelajar. Disamping teman-teman diharuskan fokus pada IPPML jangan sekali-kali untuk lari dari tanggung jawab kalian sebagai Pelajar atau Mahasiswa". Tutup Wandi (WS)

Senin, 08 Oktober 2018

IPPML Kujungi Pengungsian Di Desa Baiya Kecamatan Tawaili


Penyerahan bantuan logistik oleh pengurus IPPML kepada bapak Ramza selaku
penanggung jawab di posko pengungsian

IPPML datangi sekaligus memberikan bantuan kepada penggungsi di Desa Baiya Kecamatan Tawaili, tempat penggungsianya berada di atas pegunungan jauh dari pedesaan. (08/10/2018)

Menurut Tim relawan IPPML, akses menuju ketempat pengungsian tersebut, sangat jauh dan melewati jalanan yang berbatuan. Disana pengungsinya masih kurang mendapatkan bantuan dari pemda ataupun relawan - relawan yang ada.

"Jalan menuju kepengungsian itu, lumayan jauh dan melalui jalan setapak tanpa aspal, berbatuan pula". Ungkap Sumar

Menurut pak Ramza sala satu warga pengungsi sudah 2 orang meninggal dunia di tempat pengungsian tersebut, dikarenakan sakit perut dan yang satunya tidak di ketahui sakit apa. Mereka juga masih sangat kurang mendapatkan bantuan.

"Di pengungsian sini sudah dua orang meninggal, sala satunya berasal dari Moutong, penyebabnya karena sakit perut dan yang satunya saya tidak tau penyebab kematiannya". Jelas Ramza

Ramza juga berharap ada bantuan tenda dan penerangan, karena di tenda tersebut di huni sampai 5 KK, sehingga sangat tidak memungkinkan. Dan yang sangat dibutuhkan adalah bantuan logistik seperti beras, mie dan air mineral serta pakaian.

"Kami disini sangat membutuhkan bantuan tenda dan penerangan, karena kita disini tidur di satu tenda ada 5 KK, dan yang terpenting juga sembako serta pakaian". Tutup Ramza

(Ditulis Oleh : Yahya P)

Berikut kondisi tenda pengungsian di desa baiya



Minggu, 07 Oktober 2018

Galeri IPPML Peduli Palu

Seluruh rangkaian aktivitas pengurus IPPML dalam rangka menyalurkan bantuan kerpada masyarakat yang terkena bencana Gempa, Tsunami dan Lumpur.







































IPPML Galang Dana Untuk Bencana Di Kota Palu

Aksi penggalangan dana oleh pengurus Koordinasi IPPML Kec. Bolano Lambunj Di Depan Pertamina Lambunu


Gempa bumi dan tsunami melanda Kabupaten Sigi, Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/09/2018)
Hal itu membuat wilayah tersebut hancur dan mengakibatkan sejumlah warga menjadi korbannya.
Sejumlah masyarakat di berbagai daerah pun berempati atas kejadian tersebut dengan memanjatkan doa dan menggalang dana untuk korban bencana di Donggala dan Palu.
Salah satunya adalah kami dari Seluruh Gerakan Pemuda LAMBUNU yg ada di kecamatan Bolano Lambunu, Serta Pengurus IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA LAMBUNU (IPPML).

Aksi penggalangan dana dilakukan dengan membawa spanduk yg bertuliskan pray for palu, sambil meminta sumbangan kepada para pengguna jalan yang melintas.
Kami melakukan aksi penggalangan dana untuk korban gempa Donggala dan Palu di beberapa titik strategis di wilayah Kec. Bolano Lambunu. (04/10/2018)
"Ini sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan kita untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," Ucap teman, Salah satu Orator kami" Kamis(04/10/2018).
Aksi sosial yang kami lakukan ini adalah bentuk rasa kepedulian kami selaku Pemuda yg ada di wilayah kec. Bolano Lambunu terhadap korban gempa Palu. 'Ucap saya kepada teman2 yg di lokasi.
Hingga siang hari, total dana sumbangan yang terkumpul Rp 14.798.500
Kami menjelaskan, dana sumbangan yang terkumpul nantinya akan langsung disalurkan ke lokasi bencana. Yg akan di bawa langsung Pengurus Besar IPPML serta sejumlah Pemuda yg siap jadi Relawan yg ada di Kec. Bolano Lambunu. Seluruh dana yang terkumpul dari berbagai komunitas dan Relawan, Seperti KSG dan RESPEK PEDULI.
"Semoga apa yang kami lakukan ini bisa meringankan beban saudara kita di sana" (Pesan dari semua teman yg berjuang hari ini)
"Kami membuka pintu bagi semua warga Kec. Bolano Lambunu untuk dapat memberikan bantuan dan dukungan untuk meringankan beban derita saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah yang tertimpa bencana alam, Yg di setiap desanya kami punya satu pos," kata YAHYA PRIANTO (KETUA UMUM IPPML).



(Di tulis Oleh : Wandi Saputra )




IIPPML Peduli Gempa Palu - Donggala


Penyerahan bantuan sembako kepada pengungsi korban gempa di daerah birobuli Kota Palu, oleh pengurus besar IPPML


Tenda kecil ini adalah saksi kita untuk dunia ini, menjadi saksi kelak nanti kita telah tiada. Pemuda yang selalu mengorbankan kepentingannya demi kebutuhan orang lain, pemuda yang tak pernah lelah membantu sanak saudaranya yang sedang berduka.
Mereka adalah pemuda yang sadar akan fungsi mereka, yang sadar bahwasannya pemuda punya banyak ergi dan kekuatan yang bgtu besar untuk bisa bermanfaat bagi daerahnya.
Lari dari persoalan/masalah bukan solusi bagi kita sebagai pemuda, bukan kah persoalan itu adalah tantangan bagi kita untuk menguji kemampuan kita. Saya percaya Pemuda punya banyak cara untuk memecahkan masalah, karena dari masalah/persoalanlah kita akan di bentuk dan mampu mendewasakan diri kita.
Kita pemuda harus mampu melahirkan solusi, karena kita sadar kita adalah pemuda yang terdidik dan sudah tersaring dari berbagai macam organ. Tidak ada lagi keraguan dan takut pada diri kita untuk bertindak dan terus berbuat. Hari ini bukan lagi teori yang dilahirkan, namun perbutan kita yang nyata kita lakukan untuk orang banyak.
Semangat yang selalu mengebuh - gebuh telah tertanam dalam diri kita, sehingga loyalitas dan konsiten kita susah akan terpecahkan. Hari ini seakan - akan kita tidak memikirkan lagi keselamatan diri kita, namun itu semua saya yakini adalah bagian dari semangat pemuda yang lahir dari kesadarannya sendiri.
IPPML selalu mengajarkan kita untuk selalu bertindak dan bertindak, berbuat nyata, dan tanpa mengeluh. Selalu mengarjakan kita untuk selalu bersama dalam suka maupun duka, mengajarkan kebersamaan itulah yang mampu membuat kita hari ini kuat, karena kebersamaan dalam mengerjakan semua hal.

Ingat, di tangan kita sangat banyak orang yang menggantungkan hidupnya atau masa depannya, jika hari ini kita hanya diam, maka semua harapan yang ada pada kita akan hilang begitu saja. Jangan takut berbuat, sekecil apapun itu, setidak bermanfaat bagi orang lain.

(Ditulis Oleh : Yahya P)

Sabtu, 02 Desember 2017

IPPML Galang Dana Untuk Bencana Banjir Di Kec. Moutong



"Kecamatan Moutong berduka, dilanda banjir pada selasa, (28/11/17).  Banjir yang merendam 3 desa yaitu,  desa Moutong timur, desa moutong tengah dan desa lobu. Memakan korban 9 orang masih dalam pencarian, 1 orang yang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal".

Suasana dilampumerah Jl. Dewi Sartika
PALU - Sabtu (03/12), Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Lambunu ( IPPML ) Kecamatan Bolano Lambunu turun kejalan mengadakan penggalangan dana untuk bantuan korban banjir yang ada di Kecamatan Moutong. Aksi ini dinamai dengan aksi peduli "Dari IPPML Untuk Moutong".
Yang menjadi titik sasaran aksi ini,  dilampu merah Jln.  Dewi Sartika. Dengan berjumlahkan 16 orang anggota pengurus IPPML yang ikut turun langsung.  Aksi ini diinisiatif langsung oleh IPPML,  karena kepedulian seksama manusia yang membutuhkan bantuan kita.
Suasana dilampumerah Jl. Dewi Sartika
Menurut Rifki Ulhisam,  salah satu pengurus IPPML , aksi ini mereka lakukan,  " hari ini kami melakukan penggalangan dana untuk membantu saudara -  saudara kita yang ada di kecamatan Moutong, yang sangat membutuhkan ulur tangan kita untuk bisa meringankan beban saudara - saudara kita di moutong" .
Seli Mardianti Lagi Menyodor Dus Pengumpulan Uang Bantuan dari pengendara motor
"alhamdulillah hari ini dana yang terkumpul Rp. 2.321.500, dengan waktu 4 jam kami berdiri dijalan, kami juga sempat melakukan penggalangan dananya dianjungan Nusantara,  disana kami tdk lama. Rencananya besok kami akan turun kembali melakukan aksi ini, dengan anggota yang lebih banyak agara lebih efektif aksi yang kami lakukan esok hari" lanjutnya.
Nani DKK Lagi Menyodor Dus Pengumpulan Uang Bantuan dari pengendara mobil
Rifki Ulhisam juga menjelaskan mengenai penyaluran anggaranya ini akan diberikan kepada siapa,  yang bisa bertanggung jawab untuk menyalurkan langsung pada korban banjir tersebut.  " untuk penyaluaran anggaran, insyaallah kami akan turun langsung untuk memberikannya, entah nantinya kita akan berikan dalam bentuk barang ataupun fres many ( uang ). Jelasnya (Y/P) 

Seluru anggota IPPML yang turut serta dalam aksi peduli " dari lambunu untuk Moutong "

Selasa, 28 November 2017

Perbedaan Adalah Kekuatan

Kegiatan Pengkaderan PERKO IPPML Ankatan I

Kita harus akui bahwa negara indonesia adalah negara yang penuh dengan keragaman, bermacam – macam suku, ras, agama dan bahasa. Sehingga negara indonesia memiliki keunikan tersendiri bagi negara – negara yang ada di dunia ini. Hidup di negara indonesia begitu indah terasa, ketika kita mampu memahami kultur masyarakat di indonesia.

Dalam halnya tergabung dengan Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Lambunu Kecamtan Bolano Lambunu, kita dapat merasakan begitu indah hidup dan berproses bersama teman – teman yang masing – masing memiliki agama, suku dan bahasa daerah yang berbeda – beda. Saling mengisi dan mengajarkan kebudayaan masing – masing, sehingga semakin banyak pula pengetahuan kita tentang kebudayaan yang ada di indonesia khusunya di kecamtan bolano lambunu.

Rasa persaudaraan kita di IPPML begitu tersa indah, saling menghormati dan menghargai budaya masing – masing, tak ada saling menghujat satu sama lain, karena sesungguhnya kita satu, satu daerah dan pastinya satu negara indonesia. Kita juga diajarkan bagaimana cara untuk mempersatukan perbedaan yang ada diantar kita, dengan begitu banyak hal yang kita lakukan secara bersama – sama, sehinngga hal tersebut mampu mepererat persaudaraan dan tali silatu rahmi diantar kita.

Kekompakanpun terbentuk dengan sendirinya, saling tolong menolong dalam kesusahan, saling mengingatkan ketika diantara kita salah melangkah. Rasanya tak ada yang mampu membatasi kita dalam berhimpun, ketika kita mampu saling menerima perbedaan itu, seringkali kali diantara kita terjadi perbedaan pendapat saat mengambil/memutuskan sesuatu, namun semua itu masih bisa kita atasi dengan adanya musyawarah. Kita di IPPML sangat menjunjung tinggi asas persaudaraan, sehingga dalam penyelesaian masalah kita selalu memilih musyawarah, tidak hanya dalam menyelesaikan masalah, kitapun dalam mengambil keputusan dengan hasil musyawarah mufakat. Itu semua kita tanamkan dalam IPPML, agar kader – kader IPPML tidak saling mempertahankan egohnya, tapi lebih mempertimbangkan dan saling menerima pendapat dari orang lain.

Persaudaraan yang tercipta di IPPML adalah persaudaraan behineka tunggal ika, yang mana saling menghormati dan menghargai perbedaan, menjunjung dan menjaga keragaman yang ada. Kita sadari pentingnya persaudaraan itu terjaga, sehingga kita mampu menjaga keutuhan NKRI. Saat ini kita ketahui, banyak orang yang saling hujat menghujat, sehingga mudah saja terjadi perpecahan di negara ini, ketika itu kita tidak lagi mampu menjaga dan menumbuhkan kebudayaan saling menghargai dan menghormati satu sama lain, maka yakin dan percaya, perselisihan antar suku dan agama tidak akan pernah selesai.

Maka dengan itu, kita IPPML mengambil satu semboyan “ Perbedaan Adalah Kekuatan “. Yang mana semboyan tersebut, memiliki arti dan makna yang begitu dalam. Yang artinya, IPPML menjadikan perbedaan itu sebagai kekuatan untuk berbuat dan bergerak dalam menjalankan visi dan misi IPPML, karena kita meyakini bahwa ketika perbedaan itu mampu menyatu, maka pastikan akan menjadi kekuatan yang begitu dahsyat bagi IPPML untuk berbuat dan berkarya. Begitupun dengan negara indonesia, yang sebenarnya kita mampu bersaing dengan negara lain dengan menggunakan kekuatan tersebut.


“ Walaupun berat menerima perbedaan itu, namun perbedaan itulah yang membuat hidup kita lebih dewasa dan Hentikan saling menghujat, karena kita adalah satu, satu nusa, satu bangsa dan satu tanah air indonesia “

Ditulis Oleh : Yahya P J